Bagi sebuah entitas bisnis yang baru lahir di jagat digital, tantangan terbesarnya bukanlah keterbatasan produk, melainkan "ketidaktampilan". Secara ilmiah, tips meningkatkan brand awareness bisnis e-commerce baru berfokus pada teori Top-of-Mind Awareness, di mana sebuah merek berusaha menjadi nama pertama yang diingat konsumen saat mereka membutuhkan solusi tertentu. Tanpa kesadaran merek yang kuat, produk terbaik sekalipun akan sulit ditemukan di tengah riuhnya pasar e-commerce.
Strategi untuk memperluas jangkauan merek antara lain:
- Konsistensi Identitas Visual: Memastikan logo, warna, dan gaya bahasa seragam di semua platform, mulai dari situs web hingga kemasan produk.
- Kolaborasi Mikro-Influencer: Bekerja sama dengan pembuat konten yang memiliki audiens loyal dan tersegmentasi untuk mendapatkan rekomendasi yang terasa lebih personal.
- Pemanfaatan SEO Lokal dan Konten Viral: Membuat konten yang relevan dengan isu terkini yang dibalut dengan nilai unik merek Anda.
Dari sudut pandang humanis, brand awareness adalah tentang perkenalan diri. Bayangkan merek Anda sebagai seorang manusia yang baru masuk ke lingkungan baru; Anda ingin dikenal sebagai sosok yang ramah, membantu, dan dapat diandalkan. Fokuslah pada bagaimana kehadiran bisnis Anda bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain. Sebagaimana dijelaskan dalam strategi RajaKomen, membangun nama besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh kejujuran, sehingga orang tidak hanya tahu nama Anda, tetapi juga percaya pada nilai yang Anda bawa.






