Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I pada 17–18 Januari 2026, sebuah forum yang dinilai sebagai persimpangan strategis dalam perjalanan organisasi. Agenda ini bukan sekadar konsolidasi internal, melainkan penentuan apakah Gerakan Rakyat akan tetap berdiri sebagai gerakan sipil atau melangkah ke panggung politik elektoral.
Dorongan untuk bertransformasi menjadi partai politik disebut semakin kuat, terutama dari struktur daerah. Juru Bicara Gerakan Rakyat, Sarifadilah (Sarai), menyatakan bahwa Rakernas I akan menjadi ruang formal untuk menimbang dan memutuskan aspirasi tersebut.
“Rakernas ini akan menjadi penentu apakah Gerakan Rakyat akan bermetamorfosis menjadi partai politik,” ujar Sarai, Senin (12/1/2026).
Rakernas yang berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, akan dihadiri sekitar 600 peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Kehadiran jajaran Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pakar, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dari 38 provinsi, hingga ratusan ketua Dewan Pimpinan Daerah kabupaten/kota, mencerminkan skala konsolidasi nasional yang sedang dibangun.
Menurut Sarai, setiap wilayah diberi ruang untuk menyampaikan pandangan politiknya. Namun, mekanisme musyawarah yang ditempuh juga menandai upaya organisasi untuk mengunci satu arah perjuangan bersama, tanpa fragmentasi di tingkat akar rumput.
“Keputusan besar harus lahir dari musyawarah yang melibatkan seluruh struktur organisasi, bukan kehendak satu kelompok,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakernas I sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Gerakan Rakyat, Besli Pangaribuan, menilai Rakernas ini sebagai tonggak konsolidasi pertama sejak organisasi berdiri. Forum tersebut, menurutnya, dirancang untuk memperjelas posisi Gerakan Rakyat di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak.
Besli menyebut, selain wacana transformasi politik, Rakernas I juga mengangkat isu-isu strategis nasional, salah satunya krisis ekologis yang semakin menekan sejumlah wilayah, terutama di Sumatra. Isu lingkungan ini diproyeksikan menjadi fondasi narasi perjuangan, jika Gerakan Rakyat memutuskan terjun ke arena politik elektoral.
“Rakernas I adalah ruang untuk menyatukan langkah dan memperjelas arah perjuangan organisasi,” ujarnya.
Agenda Rakernas I juga dijadwalkan dihadiri Anies Rasyid Baswedan, yang tercatat sebagai Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat. Kehadiran Anies dipandang bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari pembacaan politik jangka panjang, mengingat posisinya sebagai figur yang memiliki resonansi kuat di basis pendukung Gerakan Rakyat.
Dalam forum tersebut, Anies dijadwalkan menyampaikan gagasan strategis mengenai agenda perubahan dan perbaikan tata kelola nasional. Bagi sebagian pengamat internal, momen ini dibaca sebagai sinyal bahwa Gerakan Rakyat tengah menata infrastruktur politiknya, sembari menunggu momentum yang tepat untuk melangkah lebih jauh ke panggung kekuasaan.






