Tidak semua orang mendapatkan hidayah dari-Nya. Lalu bagaimana agar mendapat hidayah dari-Nya? Sebenarnya hal mudah untuk mendapat hidayat dari Yang Maha Pencipta, selalu berusaha agar selalu dekat dengan-Nya serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Seringkali timbul pertanyaan, mengapa belum berhijab? Atas pertanyaan tersebut jawaban yang diperoleh yaitu "ya belum dapat hidayah". Atau ada anggapan pula yang sering kita dengar seperti, lebih baik tidak berjilbab namun memiliki akhlak yang baik daripada berjilbab tetapi masih berperilaku buruk. Meskipun sebenarnya anggapan ini tidak benar. Karena hidayah juga adalah rizqi.
Memakai hijab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah. Hukum berhijab, pada dasarnya adalah wajib bagi seorang muslimah yang telah baligh sama seperti wajibnya melaksanakan shalat lima waktu. Kewajiban berhijab sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT : "Dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya(, kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…." (QS. An Nur: 31).
Bagi wanita yang tidak berhijab meskipun telah baligh dan mengerti bahwa itu adalah kewajibannya, akan mendapatkan siksa atau azab di akhirat kelak berupa :
1.Bagi wanita yang membuka rambut kepalanya selain kepada suaminya maka rambutnya akan digantung dengan api neraka sehingga mendidih otaknya. Hal ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia pada masa hidupnya belum menutup rambutnya.
2.Bagi wanita yang suka memakai busana yang menonjolkan bagian tubuhnya, akan digantung dengan rantai api neraka dengan dada dan pusatnya diikat dengan menggunakan api neraka serta betis dan paha yang diberi panggangan. Layaknya seperti manusia yang sedang memanggang kambing ketika berada di dunia.
3.Kemudian azab bagi wanita penggoda yang berusaha untuk menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai diberikan azab dengan wajah yang menghitam serta memakan isi perutnya sendiri.
(HR Imam Bukhari dan Muslim)
Semoga Alah SWT selalu memberikan hidayah serta petunjuk bagi kita. Dan mudahkanlah agar kita dapat selalu berbuat baik di manapun dan kapanpun. Aamiin……





