Af53bab88f0af88d.jpg

Sehat ga Sih Makan Mie Ramen?

Mie ramen yang merupakan salah satu hidangan mie asal negeri sakura Jepang sangat digemari di setiap kalangan saat ini. Dan kini sudah banyak restoran khas Jepang di Indonesia yang menyajikan mie ramen dalam menunya. Bagi yang ingin membuat sendiri mie ramen ini di rumah pun telah tersedia versi me ramen instant di supermarket manapun. Sebenarnya sehat ga sih sering makan mie ramen? 

Bahan dasar mie ramen hampir sama dengan mie instan yaitu tepung terigu dan ada beberapa pula yang menggunakan tepung gandum. Di dunia ini banyak variasi sajian mie ramen baik itu jenisnya, takaran bahab dasar yang berbeda-beda tergantung pada siapa yang membuatnya. Mie ramen ada yang putih dan ada juga yang berwarna karena tambahan pewarna dari sayur-sayuran atau tinta hitam dari cumi. Begitu juga bahan pembuat kaldu sup dan macam toppingnya.

Berbagai macam topping dan bahan lain pelengkapnya pun ikut menentukan untuk jenis dan berapa banyak kandungan nutrisi yang terkandung dalam satu porsinya. Begitu juga dengan proses pembuatannya ikut mempengaruhi kandungan nutrisinya. Seperti kandungan ramen segar yang secara langsung dibuat tentu akan berbeda dengan ramen instan yang melalui proses pembuatan di pabrik. Oleh karena itu kita tidak dapat mencap ramen sebagai makanan yang sehat atau tidak. Karena tidak semua ramen dibuat sama, untuk menentukan sehat atau tidaknya tergantung pada proses pembuatannya serta bahan apa saja yang terdapat dalam semangkuk ramen tersebut.

Sesungguhnya ramen memiliki kalori yang tinggi karena berbahan dasar karbohidrat tepung. Dan bila dihidangkan polos maka tidak dapat mencukupi kebutuhan gizi harian anda. Berbeda bila anda memakan sajian ramen yang dilengkapi dengan variasi topping. Konsumsi ramen dapat menyehatkan apabila pilihannya tepat. Seperti diberi topping sayuran segar sebagai asupan serat dan vitamin, sumber protein dengan irisan daging sampai dengan irisan bawang putih dan bumbu lainnya yang dapat berfungsi sebagai asupan antioksidan.

Pada ramen instan yang merupakan buatan pabrik biasanya ditambahkan sodium (garam), monosodium glutamat (MSG) dan bahan kimia pengawet lainnya dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkaya cita rasa dan dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama. Dan bila dikonsumsi secara berlebihan akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, hipertensi hingga gangguan ginjal. Pada sebagian yang mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak MSG dapat menimbulkan gejala seperti mual, sakit kepala, kekakuan otot, tekanan darah meningkat sampai tubuh yang melemah.

Bagaimana konsumsi ramen yang sehat? Apakah dengan begitu anda tidak boleh memakannya? Sebenarnya sah-sah saja bila anda ingin konsumsi ramen instan namun kurangi untuk porsi bumbu penyedap yang ada di dalamnya. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi asupan garam sodium dan pengawet kimiawi yang terdapat pada ramen instan tersebut. Tambahkan penyedap alami yang jauh lebih bernutrisi seperti bawang merah, bawang putih, lada dan yang lainnya.

 

Berita Terkait


Promosi pejabat di sosmed

Biar Sosmed Pejabat Gak “Zonong” dan Terlihat Merakyat: Rahasianya Ada di RajaKomen.com

Di zaman sekarang, kinerja pejabat pemerintah itu nggak cuma dinilai dari apa yang mereka kerjakan di kantor, tapi juga dari...

Blogger produk

Review oleh Blogger: Menyelami Kisah di Balik Produk

Di era digital seperti sekarang, cara konsumen Indonesia menilai dan memilih produk telah mengalami perubahan signifikan. Dulu, orang hanya mengandalkan...

Aplikasi sholat preview

Menjaga Ketepatan Ibadah di Tengah Kesibukan dengan Aplikasi Waktu Sholat

Bagi seorang muslim, sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian penting yang menata kehidupan sehari-hari. Lima waktu sholat, dari subuh hingga...

3aac0ed3d550f01f.jpg

Memilih Peralatan Dasar Fotografi dan Videografi untuk Pemula

Banyak orang ingin mulai terjun ke dunia visual karena melihat betapa luasnya peluang di fotografi dan videografi, mulai dari konten...

Db9c906a36f6455b.jpg

Komunitas Kamu Masih Rame di Awal Doang? Atau Benar-Benar Kompak Sampai Jalan Jauh?

Di banyak komunitas, semangat biasanya membara di awal lalu perlahan meredup seiring waktu. Grup chat mulai sepi, acara makin jarang,...