4be51531347fc527.jpg

Yuk Lakukan hal Berikut untuk Mengurangi Jejak Karbon

Belakangan, kita mungkin sering mendengar ajakan untuk menghitung jejak karbon yang kita hasilkan dan melakukan hal-hal yang dapat mengurangi jejak karbon tersebut. Upaya pengurangan jejak karbon ini bertujuan untuk mengatasi pemanasan global yang terus terjadi hingga saat ini. Tapi, sebenarnya apa pengertian jejak karbon itu? Apa saja penyebabnya? Terus, cara apa yang sebenarnya efektif untuk mengurangi jejak karbon? 

Singkatnya, apa yang dimaksud dengan jejak karbon adalah jumlah total gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida dan metana yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan produksi dan kegiatan sehari-hari setiap orang. Contohnya adalah saat kita berkendara, menggunakan listrik untuk keperluan sehari-hari, hingga berasal dari makanan yang kita konsumsi. 

1. Penggunaan transportasi

Berbagai aktivitas yang kita lakukan sehari-hari menuntut kita untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jadi, gak heran kalau banyak orang yang menghabiskan waktu sehari-harinya dengan menggunakan aneka transportasi, seperti sepeda motor, mobil, bus, hingga pesawat. Faktanya, saat digunakan kendaraan-kendaraan ini akan menghasilkan polusi dan emisi yang memperburuk kualitas udara. Berdasarkan data dari International Energy Agency pada tahun 2015, 30% dari total emisi CO2 yang dihasilkan di Indonesia berasal dari sektor transportasi. Dari jumlah itu, 88%-nya berasal dari transportasi darat.  

2. Penggunaan energi listrik

Saat ini, listrik yang kita gunakan sehari-hari kebanyakan masih berasal dari sumber energi tak terbarukan, seperti batu bara. Jadi, semakin banyak listrik yang digunakan, maka akan semakin banyak pula emisi karbon yang dihasilkan dari  pembakaran bahan bakar fosil di pembangkit tenaga listrik. Coba deh sekarang kamu hitung ada berapa perangkat elektronik yang kamu gunakan sehari-hari dan membutuhkan energi listrik. Mulai dari lampu, AC, TV, mesin cuci, kulkas, komputer, dan mungkin masih banyak lainnya lagi. Banyak juga ya ternyata!

3. Produksi, konsumsi, dan sampah makanan

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari tidak datang begitu saja, tapi telah melalui proses produksi yang panjang. Nah, jejak karbon makanan ialah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses tersebut, mulai dari penghasilan bahan baku, pengolahannya, hingga pembuangannya. Kemudian, saat sisa makanan kita menumpuk dan membusuk di tempat pembuangan akhir, mereka pun bisa menghasilkan emisi gas rumah kaca. Data dari Badan Pangan Dunia  (FAO) menunjukkan bahwa setiap tahunnya sampah makanan menghasilkan sekitar 3,3 miliar ton gas rumah kaca yang kemudian terlepas ke atmosfer.

Terus, kita bisa apa nih untuk membantu mengurangi jejak karbon? Tentunya, kita enggak bisa menghentikan total penggunaan energi listrik, sama sekali enggak berkendara, dan menyetop produksi makanan kan ya? Tapi, kita bisa lho menjadi konsumen yang lebih bijak dan tidak berlebihan untuk membantu mengurangi jejak karbon. Misalnya adalah dengan melakukan hal-hal ini :

  • Untuk perjalanan yang relatif dekat, misalnya kurang dari 2 km, coba deh untuk berjalan kaki atau naik sepeda saja. Selain lebih ramah lingkungan, kamu bisa sekalian berolahraga, lho!
  • Utamakan menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi.
  • Gunakan energi listrik dengan bijak dan matikan saat tidak digunakan. Misalnya mematikan lampu saat tidur dan segera matikan AC setelah selesai digunakan.
  • Mengurangi konsumsi makanan dengan jejak karbon yang tinggi, seperti daging.
  • Habiskan makananmu sehingga tidak menjadi sampah makanan.
  • Jadikan sisa sampah organikmu menjadi kompos, alih-alih langsung berujung ke tempat pembuangan akhir.

Mana nih di antara hal-hal tersebut yang sudah mulai kamu lakukan untuk membantu mengurangi jejak karbon? Meskipun terkesan kecil dan simpel, langkahmu ini bisa membantu membawa perubahan, lho! Yang terpenting adalah kita konsisten melakukannya dimulai dari sendiri. Lalu, setelahnya kamu juga bisa mengajak orang-orang di sekitarmu agar mereka juga tergerak untuk membantu mengurangi jejak karbon. Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jejak karbon dan apa yang dapat dilakukan untuk menguranginya? Ikuti laman CXR untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan terpercaya!

Berita Terkait


5a4acb19de15dc83.jpg

Jasa Pembasmi Rayap Jakarta Profesional untuk Perlindungan Bangunan Jangka Panjang

Rayap merupakan salah satu hama paling berbahaya bagi bangunan, baik rumah tinggal maupun gedung komersial. Serangga kecil ini sering kali...

55d45f6b35ac2b53.jpg

Logo AI Praktis: Solusi Cepat untuk Membuat Logo Profesional Tanpa Skill Desain

Di dunia bisnis digital saat ini, logo bukan sekadar gambar hiasan. Logo adalah identitas visual yang merepresentasikan brand Anda dan...

F6a07d62cf66f07a.jpg

Aktivitas Terbaru Anies Baswedan Tuai Perhatian Masyarakat

Anies Baswedan kembali menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah aktivitas publik yang ia jalani baru-baru ini. Mantan gubernur DKI Jakarta ini...

1ef41c48e5517e87.jpg

Peran Babe Haikal dalam Isu Sertifikasi Halal di Indonesia

Sertifikasi halal merupakan salah satu isu penting di Indonesia, mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Label halal...

1ef41c48e5517e87.jpg

Peran Babe Haikal dalam Isu Sertifikasi Halal di Indonesia

Sertifikasi halal merupakan salah satu isu penting di Indonesia, mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Label halal...