4f707d58acb5ac04.jpg

Evaluasi Tahun Pertama Prabowo-Gibran: Janji Kampanye Belum Terjawab Tuntas

Satu tahun sudah berlalu sejak pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi menjabat untuk periode 2024-2029. Momen ini memunculkan refleksi dan kritik dari berbagai pihak, salah satunya mantan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menyoroti sejauh mana janji?janji kampanye telah benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Janji Besar yang Digadang

Dalam pemilihan presiden lalu, pemerintahan Prabowo-Gibran mengusung sejumlah janji ambisius: pembangunan 3 juta rumah, penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan, program makan bergizi gratis untuk sekolah dan ibu hamil, serta target pertumbuhan ekonomi 8 % per tahun. Anies sendiri menegaskan bahwa “setiap pemerintah yang sudah dilantik memiliki kewajiban mutlak untuk menunaikan semua janjinya.” 

Lebih lanjut, dalam sebuah forum publik Anies menyoroti bahwa hingga satu tahun berjalan, fokus pemerintah masih “sibuk membangun citra dan proyek besar” sementara persoalan nyata di masyarakat seperti akses pangan, pekerjaan layak, dan masa depan anak muda belum sepenuhnya tersentuh. 

Penilaian Hasil Satu Tahun Pemerintahan

Survei independen menunjukkan respons publik yang kurang menggembirakan terhadap kinerja satu tahun pemerintahan ini. Lembaga survei seperti Centre of Economic and Law Studies (CELIOS) mencatat bahwa mayoritas responden menilai bahwa janji?janji kampanye hanya sedikit atau bahkan tidak sama sekali terealisasi selama tahun pertama.

Survei lainnya dari LSI Denny JA mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan menurun dari 81 % ke 74,8 % dalam beberapa periode.

Namun, di sisi pemerintah, pernyataan dari Menteri Sekretaris Negara menyebut bahwa “pencapaian positif telah banyak diraih, namun ada catatan perbaikan yang harus difokuskan”.

Kritik Anies: 20 % itu Angka yang Bagaimana?

Dalam kritik yang mengemuka, Anies Baswedan secara tak langsung mengangkat bahwa progres realisasi janji kampanye itu masih berada di kisaran “20 %” untuk satu tahun pertama. Kata?kata seperti “… sudah terealisasi janji-janji politik Prabowo-Gibran… artinya sudah 20 % progresif pemerintahan…” muncul dalam liputan media.

Apabila memang angka tersebut benar, maka artinya delapan tahun lainnya (dari lima tahun masa jabatan) akan menjadi ujian kritis: jika dalam satu tahun baru 20 % tercapai, maka apakah waktu yang tersisa cukup untuk menunaikan 80 % lainnya? Anies menegaskan bahwa rakyat “tidak hanya memilih pemimpin, tetapi menitipkan harapan pada visi dan program yang ditawarkan” — artinya, realisasi bukan hanya soal angka, tetapi soal efektivitas nyata di lapangan.

Tantangan Utama di Lapangan

Beberapa tantangan yang menjadi penghambat antara lain:

  • Koordinasi antar lembaga: Survei CELIOS menyebut bahwa salah satu penyebab skor rendah adalah “lemahnya koordinasi antar?instansi” dan komunikasi publik yang tidak konsisten.
  • Program besar vs realitas rakyat: Anies menyebut persoalan makanan, pekerjaan, dan masa depan anak muda sebagai tiga area yang harusnya menjadi fokus agar janji terasa dalam kehidupan sehari?hari.
  • Harapan yang meningkat cepat: Saat kampanye, rakyat seringkali antusias namun setelah pelantikan, ekspektasi bergeser menjadi tuntutan: “cukup sekarang tindakan, bukan sekadar retorika”. LSI mencatat fase ini sebagai “psikologis perpindahan” dari kekaguman ke pengukuran kerja nyata.

Apakah Janji Sudah Terasa?

Berdasarkan semua data dan kritik yang muncul, dapat disimpulkan bahwa :

Beberapa program prioritas sudah dijalankan dalam bentuk awal, namun belum dalam skala yang bisa disebut “dirasakan mayoritas rakyat”.

Angka “20 %” yang disebut Anies atau yang muncul dalam wacana menunjukkan bahwa realisasi masih sangat awal meskipun secara teknis mungkin sudah ada progres.

Konsolidasi pemerintahan, efisiensi birokrasi, dan kecepatan implementasi menjadi kunci agar janji?janji besar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar?benar mengubah kondisi nyata di masyarakat.

Saat satu tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran telah berlalu, momentum ini menjadi ajang evaluasi penting. Kritik Anies Baswedan yang menyoroti bahwa janji?janji besar belum sepenuhnya “terasa” oleh rakyat memberikan pengingat bahwa pemerintahan tidak hanya soal inisiasi program, tetapi soal bagaimana program itu dirasakan dan berdampak pada kehidupan sehari?hari.

Kala angka “20 %” diangkat sebagai indikasi progres, maka tantangan yang tersisa menjadi tidak ringan: bagaimana menuntaskan 80 % sisanya dalam sisa masa jabatan? Rakyat tentu akan terus menunggu  bukan hanya janji yang megah, tetapi perubahan yang nyata.

Berita Terkait


Anies PKS

PKS Akan Lebih Menyesal Jika Pilpres 2029 Tidak Memilih Anies Baswedan

Dalam politik, penyesalan sering datang terlambat. Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tahun 2029 berpotensi menjadi titik sejarah yang menentukan: apakah...

Anies baswedan

Rakernas I Gerakan Rakyat: Dari Gerakan Sipil ke Ambisi Elektoral

Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I pada 17–18 Januari 2026, sebuah forum yang dinilai sebagai...

5a4acb19de15dc83.jpg

Jasa Pembasmi Rayap Jakarta Profesional untuk Perlindungan Bangunan Jangka Panjang

Rayap merupakan salah satu hama paling berbahaya bagi bangunan, baik rumah tinggal maupun gedung komersial. Serangga kecil ini sering kali...

55d45f6b35ac2b53.jpg

Logo AI Praktis: Solusi Cepat untuk Membuat Logo Profesional Tanpa Skill Desain

Di dunia bisnis digital saat ini, logo bukan sekadar gambar hiasan. Logo adalah identitas visual yang merepresentasikan brand Anda dan...

F6a07d62cf66f07a.jpg

Aktivitas Terbaru Anies Baswedan Tuai Perhatian Masyarakat

Anies Baswedan kembali menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah aktivitas publik yang ia jalani baru-baru ini. Mantan gubernur DKI Jakarta ini...