Perekonomian Indonesia sempat mengalami keterpurukan akibat dari adanya pandemi covid-19. Namun kini di saat kasus positif harian covid-19 mulai mereda, pemerintah optimis tahun ini perekonomian di Indonesia akan tumbuh positif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto capres 2024 mengatakan jika prospek perekonomian Indonesia di tahun 2022 akan membaik dan dapat tumbuh sebesar 5,2%. Berbagai upaya pemulihan ekonomi akan sangat tergantung pada kebijakan PPKM serta penanganan varian omicron. Dengan begitu salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan cara pencegahan serta penanggulangan penyebaran varian omicron.
Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,2% sejalan dengan proyeksi dari sejumlah lembaga internasional. IMF pun memprediksikan jika ekonomi Indonesia akan tumbuh sebanyak 5,9% di tahun 2022 ini. Dan selain itu juga OECD dan World Bank memperkirakan jika pertumbuhan ekonomidi Indonesia tahun ini sebesar 5,2%. Predikisi tersebut akan dapat dicapai jika kondisi kesehatan stabil serta nilai ekspor naiknya besar karena harga komoditaspun sedang tinggi. Dan momentum tersebut dapat dilihat dalam 6 bulan pertama kemudian bisa memutuskan kebijakan yang selanjutnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto telah menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MOTIE) dari Korea Selatan Moon Sung Wook di Jakarta selasa kemarin tanggal 22 Februari 2022. Dalam pertemuan pertama tingkat menteri dalam Joint Committee Meeting on Economic Coorperation (JCEC) antara Indonesia dan Korea Selatan dan sekaligus sebagai implementasi dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Undertanding/Mou) yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada saat berkunjung ke Korea Selatan di tahun 2018.

Pada forum tersebut antara Ketua Umum Partai Golkar dengan Moon Sung Kwok membahas dan sekaligus menyepakati mengenai bebereapa kerjasama yang direfleksikan dalam 4 working group yakni Investasi dan Perdagangan, Industri, Energi dan Sumber Daya Mineral serta e-commerce. Selain itu juga terjadi pertemuan bisnis dalam acara Indonesia-Korea Business Forum antara pengusaha Indonesia dengan Korea Selatan yang diorganisir oleh KADIN Indonesia dan Korcham. Pertemuan tersebut merupakan implementasi riil dari hasil kerjasama yang telah dirumuskan dalam forum JCEC.
Adapun hasil konkret dari forum JCEC ini antara lain adalah pembentukan Indonesia Business Coorperation Center, kerjasama dalam pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik, kerja sama investasi bio-nano, kerja sama restorasi wilayah tambang di Indonesia, kerja sama industri kapal dengan kerumitan tinggi seperti kapal tanker dan kapal crane, pengembangan pusat transfer teknologi Machoine Tools Technical Center di ITB Bandung.
Di samping itu juga adanya dukungan investasi Hyundai, Posco, Lotte Chemical dan LX Energy Solution di Indonesia, pengembangan start-up industri, industri semi-konduktor dan mobil listrik mini, akses produk buah terutama mangga masuk ke Korsel, kerja sama fasilitasi ekspor UMKM melalui e-commerce, pembentukan Indonesia – Korea Center of Excellence untuk kolaborasi start-up serta kerja sama sektor telemedicine, kerja sama proyek demonstrasi EV charging, sharing kebijakan pada pengembangan infrastruktur smart grid dan EV charging, pengembangan hydrogen dan pembangkit listrik hydropower, serta kerja sama pengembangan teknologi shale gas-CO2 EGR.






