0396f2e14b946a57.jpg

Kemendikdasmen Hadirkan Layanan Prima di Medan, Orang Tua dan Siswa Puas Ikuti SPMB 2025

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di Medan, Sumatra Utara, mendapatkan banyak respons positif dari para orang tua dan siswa. Hal ini tak lepas dari komitmen sekolah dalam memberikan layanan terbaik yang transparan, akuntabel, adil, dan inklusif.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Diksi PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, melakukan kunjungan langsung ke tiga sekolah: SLBN Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara, SMKN 9 Medan, dan SMKN 8 Medan pada Rabu, 18 Juni 2025.

Kepala SLBN Pembina, Mardi Panjaitan, menjelaskan bahwa sekolahnya membuka pendaftaran secara tatap muka (offline). “SLB memang memerlukan penanganan khusus. Pendaftaran offline memungkinkan orang tua mendapatkan penjelasan lebih mendalam,” katanya.

Sementara itu, di SMKN 8 Medan, Kepala Sekolah Wilma Handayani menyebut sekitar 20 orang tua murid datang langsung karena kendala koneksi internet atau unggahan dokumen. “Kami bantu semua prosesnya di sekolah, agar tidak ada yang tertinggal,” ujar Wilma.

SMKN 9 Medan pun tak kalah aktif memberikan dukungan, dengan membuka layanan call center khusus untuk bimbingan pendaftaran. Dukungan langsung ini terbukti membuat banyak orang tua merasa nyaman dan terbantu.

Salah satunya adalah Zeni Anwar, orang tua murid yang diterima di SMKN 8 Medan melalui jalur nilai rapor. “Alhamdulillah, prosesnya lancar dan anak saya bisa diterima di jurusan Desain dan Produksi Busana,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Yunidar Wati, yang anaknya diterima di SMKN 9 Medan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan melalui jalur domisili. “Kami tidak mengalami kendala apa pun. Hanya harus bersabar karena banyak yang akses sistem,” jelasnya. Ia juga merasa terbantu karena lokasi sekolah hanya berjarak 60 meter dari rumah.

Dirjen Tatang memastikan bahwa pelaksanaan SPMB di SMK Medan berjalan lancar dan selesai pada 17 Juni 2025. Ia mengungkapkan, ruang untuk murid baru masih terbuka luas, khususnya di SMK negeri, meskipun terdapat lonjakan peminat di jurusan tertentu.

“Jika ada aduan, akan diproses oleh Unit Layanan Terpadu Kemendikdasmen. Bila kasus spesifik ditemukan, Inspektorat Jenderal langsung kirim tim investigasi,” tegas Tatang.

Ia berharap, ikhtiar dalam penyelenggaraan SPMB yang inklusif dan berkeadilan dapat mendorong pemerataan pendidikan bermutu untuk semua. “Layanan prima bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal pendampingan yang manusiawi,” pungkasnya.

Berita Terkait


Maseom

Kuliah Jurusan Perbankan Syariah di Bandung: Universitas Ma’soem Hadirkan Biaya Terjangkau dan Masa Depan Menjanjikan

Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia semakin menunjukkan peran pentingnya dalam perekonomian nasional. Bank syariah, lembaga pembiayaan, hingga unit usaha...

C2753b8c190ce001.jpg

Uji Kompetensi Berbasis Standar Nasional melalui Platform Tryout.id

Uji kompetensi berbasis standar nasional di tryout.id menjadi bagian penting dalam sistem penilaian kemampuan individu di berbagai bidang. Uji kompetensi...

3ea464013d6f9857.jpg

Kuliah Jurusan Agribisnis Bandung: Investasi Pendidikan Terjangkau, Peluang Wirausaha Nyata

Bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi sambil membangun kemampuan berwirausaha, jurusan agribisnis Bandung di Universitas Ma’soem menjadi pilihan...

9c09d199ae745832.jpg

Kenapa Banyak Orang Gagal Psikotes Padahal Soalnya Bisa Dijawab?

Psikotes sering dianggap sebagai ujian yang menakutkan karena bentuk soalnya terasa asing dan waktunya sangat terbatas. Banyak peserta merasa sudah...

1cf4a2ddaeceae55.jpg

Siapa Sangka Jurusan Ini Diam-Diam Punya Peluang Karier Luas di Masa Depan?

Di tengah derasnya arus pilihan jurusan kuliah yang terlihat “keren” di permukaan, banyak calon mahasiswa melewatkan satu bidang yang justru...