Artis Hermann Josis Mokalu atau Yosi “Project Pop” asal Bandung, lulusan dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung tahun 2008, sudah berpengalaman mengumpulkan artis ataupun para buzzer yang biasa membantu pemerintah.
Yosi kemudian melanjutkan ke jenjang S2 mengambil jurusan Manajemen Strategi di PPM School Of Management.
Yosi, beragama Kristen, kelahiran 27 November 1970, ternyata memiliki hobby olahraga basket.
Yoshi menikah dengan Aprilla Iryani Fahani Faisal, janda satu orang anak, Reuben Mokalu, pada tanggal 11 November 2006 di Bali.
Pengalaman sejak mendukung Ahok menjadi Gubernur DKI, itu dilakukan sama dengan mendukung pemerintah, yang bersebrangan diserang.
Manfaat buzzer:
1. Memutar balikkan fakta, seperti kejadian RUU KPK, diperkuat padahal diperlemah.
2. Menyerang pihak oposisi, seperti serangan kepada FPI dan HTI sebagai sumber permasalahan negara.
3. Tidak boleh ada siapapun menjelekkan idola, langsung diserang.
4. Memecah belah opini.
Sebagai ketua buzzer, Yosi juga membuat pelatihan untuk menjadi buzzer, sehingga komando acara sebar issue ada dalam sebuah pelatihan buzzer. Biaya 90 M dari pemerintah untuk membiayai pelatihan dan gaji untuk para buzzer.
Dari beberapa kasus buzzer, mereka selalu aman dari jerat hukum walaupun banyak yang mengadukan ke polisi. Beberapa buzzer istana yang selalu selamat:
1. Ade Armando,
2. Denny Siregar
3. Permadi Arya alias Abu Janda
Semoga di pemerintahan selanjutnya tidak perlu ada biaya pengeluaran untuk buzzer, kalau perlu data buzzer yang terdaftar resmi dibawah Yosi sebagai ketua buzzer, diadukan ke pengadilan, dengan menjalankan prosedur, karena banyak yang sudah mengadukan buzzer.







