Seseorang yang sedang merintis bisnis tentu tidak akan lepas dari sebuah ujian yang mungkin cukup berat dijalani. Tidak terkecuali apa yang dialami oleh Nurhayati Subakat selaku pemilik brand kecantikan Wardah. Pada saat proses merintis bisnisnya, rumah dan juga pabrik miliknya hangus terbakar namun hal itu tidak menyulutkan semangat dirinya. Ia kemudian bangkit kembali karena memiliki tujuan untuk bermanfaat bagi sekitar.
"Saya ingin mendirikan sebuah usaha yang memiliki penghasilan lebih namun tetap bermanfaat buat orang banyak," ujar Nurhayati.
Ia adalah seorang lulusan Farmasi Institut Teknologi Bandung. Pada awalnya, ia mulai menjual shampo bermerek Putri. Ia memilih shampo sebab sebelumnya ia pernah bekerja di perusahaan yang menjual aneka produk haircare.
Awal mula bisnisnya, ia hanya memiliki 2 orang pegawai dan itupun asisten rumah tangganya. Lama kelamaan usaha penjualan shamponya pun meningkat hingga ia bisa menjual shampo ke masyarakat.
Namun, siapa sangka pada saat usaha shamponya naik, peristiwa tragis terjadi yaitu si jago merah telah melalap benda milik Nurhayati.
Ia berfikir bahwa pada saat ia memutuskan untuk menyerah, nasib seluruh karyawan yang bekerja dengannya akan seperti apa jadinya? Lalu ia memulai kembali usahanya dari nol dengan meminjam modal ke bank negara. Tidak sampai setahun, Nurhayati mampu membangun pabriknya kembali dan menyusun strategi untuk mengembangkan bisnisnya.






