3b3dc384fccfc356.jpg

Mengapa Generasi Z Memilih Karier Berbasis Makna Dari Pada Gaji Tinggi

Generasi Z, yang merupakan kelompok masyarakat yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga pertengahan 2000-an, memiliki pandangan yang unik terhadap karier. Mereka cenderung lebih memilih karier berbasis makna daripada gaji tinggi. Fenomena ini menandakan pergeseran nilai-nilai yang lebih berpusat pada tujuan dan kepuasan dalam bekerja.

Pada masa lalu, gaji tinggi seringkali menjadi faktor penentu dalam memilih karier. Namun, Generasi Z justru lebih memilih karier yang memberikan mereka rasa kepuasan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mereka lebih tertarik pada karier-karier yang memberikan arti dan makna bagi kehidupan mereka.

Salah satu alasan mengapa Generasi Z lebih memilih karier berbasis makna daripada gaji tinggi adalah karena mereka tumbuh dalam era teknologi dan informasi yang memberikan mereka akses luas terhadap informasi mengenai berbagai isu global. Mereka lebih peka terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan keberlanjutan. Oleh karena itu, karier yang memungkinkan mereka untuk berkontribusi dalam memecahkan masalah sosial dan lingkungan menjadi lebih menarik bagi generasi ini.

Selain itu, nilai-nilai individualisme dan kemandirian yang dianut oleh Generasi Z juga memainkan peran penting dalam pemilihan karier mereka. Mereka cenderung untuk memprioritaskan kebebasan dan kemungkinan untuk mengekspresikan diri dalam bekerja. Hal ini mendorong mereka untuk mencari karier yang sesuai dengan minat dan passion mereka, bahkan jika itu berarti harus mengorbankan gaji tinggi.

Trend ini juga tercermin dalam peningkatan minat Generasi Z terhadap karier-karier di bidang teknologi, kewirausahaan sosial, pendidikan, pelestarian lingkungan, serta pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk berkreasi dan berkolaborasi. Mereka lebih memilih karier yang memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka dan memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Generasi Z memilih karier berbasis makna daripada gaji tinggi karena mereka lebih memprioritaskan tujuan, kepuasan, kontribusi sosial, dan kebebasan dalam bekerja. Perubahan nilai-nilai ini memengaruhi pilihan karier mereka dan memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar tenaga kerja di masa kini dan masa depan.

Berita Terkait


Promosi pejabat di sosmed

Biar Sosmed Pejabat Gak “Zonong” dan Terlihat Merakyat: Rahasianya Ada di RajaKomen.com

Di zaman sekarang, kinerja pejabat pemerintah itu nggak cuma dinilai dari apa yang mereka kerjakan di kantor, tapi juga dari...

Blogger produk

Review oleh Blogger: Menyelami Kisah di Balik Produk

Di era digital seperti sekarang, cara konsumen Indonesia menilai dan memilih produk telah mengalami perubahan signifikan. Dulu, orang hanya mengandalkan...

Aplikasi sholat preview

Menjaga Ketepatan Ibadah di Tengah Kesibukan dengan Aplikasi Waktu Sholat

Bagi seorang muslim, sholat bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian penting yang menata kehidupan sehari-hari. Lima waktu sholat, dari subuh hingga...

3aac0ed3d550f01f.jpg

Memilih Peralatan Dasar Fotografi dan Videografi untuk Pemula

Banyak orang ingin mulai terjun ke dunia visual karena melihat betapa luasnya peluang di fotografi dan videografi, mulai dari konten...

Db9c906a36f6455b.jpg

Komunitas Kamu Masih Rame di Awal Doang? Atau Benar-Benar Kompak Sampai Jalan Jauh?

Di banyak komunitas, semangat biasanya membara di awal lalu perlahan meredup seiring waktu. Grup chat mulai sepi, acara makin jarang,...