C12f848f81485b47.jpg

Pacaran dalam Islam

Pacaran di era sekarang telah merupakan hal yang lumrah pada sebagian besar masyarakat. Dilakukan sebagai suatu proses dalam mengenal lawan jenis atau dapat juga diibaratkan sebagai bentuk rasa cinta kasih yang terwujud dalam sebuah hubungan. Akan tetapi dalam Islam tidak mengajarkan tentang pacaran karena pada kenyataannya bila dua insan yang berlainan jenis tidak dapat terhindar dari berdua-duaan yang kemudian terjadi saling pandang memandang, terjadi saling menyentuh. Dan semua perbuatan tersebut hukumnya haram menurut syari'at Islam. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :"Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, kecuali si wanita itu bersama mahramnya."

Dan sebagaimana telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Allah telah menulis atas anak Adam bagiannya dari zina, maka pasti dia menemuinya: Zina kedua matanya adalah memandang, zina lisannya adalah perkataan, zina hatinya adalah berharap dan berangan-angan. Dan itu semua dibenarkan dan didustakan oleh kemaluannya." 

Lalu bagaimana pacaran secara Islam? Di dalam agama Islam telah diatur secara sempurna tentang hubungan dengan lawan jenis. Dan hubungan ini adalah di dalam syariat suci yaitu pernikahan. Dalam Islam pernikahan yang benar bukanlah pernikahan yang diawali oleh pacaran. Tetapi dengan cara mengenal karakter calon pasangan sesuai dengan syariat yang ditentukan dalam agama Islam. Proses ini dikenal dengan nama ta'aruf, di mana seseorang dapat melibatkan orang-orang yang terdekat untuk membantu mencarikan calon pasangan. Karena orang terdekat dirasa lebih mengetahui bagaimana tingkah laku yang bersangkutan sehingga diharapkan dapat mencarikan calon pasangan yang sesuai dengan kriterianya.

Proses ta'aruf sendiri merupakan suatu proses pengenalan tanpa ada paksaan. Jadi bila salahsatu belum merasa cocok maka boleh saja menolak, lain halnya bila keduanya merasa cocok maka dapat dilanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu pihak laki-laki melamar dan kemudian jenjang pernikahan. Dengan menikah maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuh lagi. Mahar yang baik menurut Islam, sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal.  

 

Berita Terkait


Ilustrasi salat malam

Menata Hidup dan Ibadah Bersama Widget Waktu Sholat

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, setiap orang berusaha menyeimbangkan berbagai tanggung jawab. Pagi hari selalu dimulai dengan kesibukan: suara kendaraan...

A ilustrasi PEMILU jpg21565

Strategi Efektif untuk Menyongsong Persiapan Pemilu 2029

Menjelang Pemilu 2029, seluruh partai politik, calon legislatif, dan calon presiden mulai menaruh perhatian penuh pada persiapan pemilu 2029. Kemenangan...

Af43982b8c2b310f.jpg

Al-Qur’an Sudah Digital, Ibadah Jadi Ringan atau Justru Kita Makin Lalai?

Perkembangan teknologi membuat Al-Qur’an kini hadir dalam bentuk digital yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja melalui ponsel....

Cc3802e8cc706864.jpg

Al-Qur’an Online Ada di Genggaman Tapi Kenapa Kita Lebih Pilih Scroll Daripada Baca

Al quran online sebenarnya hadir sebagai kemudahan yang luar biasa di era digital. Tanpa harus membawa mushaf fisik, siapa pun...

8b898e2684274bdd.jpg

Masih Buka Al-Qur’an Cuma Pas Sempat? Atau Sudah Siap Dekat Setiap Saat?

Di tengah ritme hidup yang makin cepat, banyak orang ingin tetap dekat dengan Al-Qur’an tetapi sering terhalang waktu dan kondisi....