Aghil – Melalui konferensi pers, pemerintah menjamin keamanan dari warga yang berada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hal ini dilakukan, pasca adanya peristiwa pembunuhan satu keluarga dan pembakaran tujuh rumah yang terjadi disana. Peristiwa ini diduga dilakukan oleh kelompok terosisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
"Pemerintah menjamin keamanan warga di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk kepada warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terutama setelah terjadinya tindakan teror dan kekerasan terhadap warga di wilayah itu," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam konferensi pers, Senin (30/11/2020).
Mahfud mengungkapkan, jaminan keamanan ini dilakukan setelah pemerintah meminta aparat keamanan untuk lebih memperketat penjagaan pada wilayah tersebut.
Penjagaan ini bertujuan untuk mengantisipasi agar tak ada tindakan terorisme berikutnya.
Selain itu, Mahfud MD juga menghimbau kepada warga Sigi, agar tak mudah terpancing emosi jika terjadi provokasi dari pihak tertentu.
"Pemerintah mengimbau kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Kabupaten Sigi agar tidak terpancing oleh upaya-upaya provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu," ucap Mahfud.
Mahfud menambahkan, peristiwa pembunuhan ini bukan perang suku maupun agama.
Menurutnya, teror dilakukan MIT pimpinan Ali Kalora merupakan murni sebuah aksi kejahatan. Untuk itu, kasus ini tidak bisa disebut sebagai mewakili agama tertentu.
"Ini sebenarnya adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk meneror dan menciptakan suasana yang tidak kondusif dengan tujuan menciptakan kekacauan yang bisa mengoyak persatuan dan memecah belah bangsa," tegas Mahfud.






