Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi yang banyak diminati oleh siswa-siswi di Indonesia, terutama bagi mereka yang ingin berkarier di bidang pertanahan. STPN menawarkan berbagai jalur pendaftaran yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa, di antaranya adalah jalur reguler dan afirmasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan syarat masuk STPN jalur reguler dan afirmasi.
- Syarat Masuk STPN Jalur Reguler
Jalur reguler STPN diperuntukkan bagi seluruh calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana Terapan di bidang pertanahan. Syarat masuk STPN jalur reguler meliputi:
1. Latar Belakang Pendidikan: Calon peserta harus merupakan lulusan SMA/SMK atau sederajat dengan jurusan yang relevan. Biasanya, siswa yang bersekolah di jurusan IPA memiliki peluang lebih besar untuk diterima.
2. Usia: Calon mahasiswa harus berusia maksimal 22 tahun saat mendaftar. Ini adalah syarat yang umum di banyak perguruan tinggi di Indonesia.
3. Nilai Ujian: Calon peserta harus memiliki nilai Ujian Tulis yang memenuhi standar yang ditentukan oleh STPN. Nilai ini biasanya diambil dari Ujian Nasional atau ujian sejenis.
4. Kesehatan: Calon harus memenuhi persyaratan kesehatan yang ditentukan. Ini termasuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan tidak memiliki penyakit yang dapat mengganggu proses pembelajaran.
- Syarat Masuk STPN Jalur Afirmasi
Sementara itu, jalur afirmasi ditujukan untuk mendukung akses pendidikan bagi calon mahasiswa yang berasal dari daerah terpencil atau kurang beruntung. Syarat masuk STPN jalur afirmasi meliputi:
1. Latar Belakang Pendidikan: Sama seperti jalur reguler, calon peserta harus merupakan lulusan SMA/SMK atau sederajat. Namun, pendaftaran melalui jalur afirmasi memberi prioritas kepada siswa-siswi yang berasal dari daerah terpencil.
2. Usia: Kriteria usia untuk jalur afirmasi sama dengan jalur reguler, yaitu maksimal 22 tahun. Namun, terkadang ada kebijakan khusus yang memberikan kelonggaran bagi daerah tertentu.
3. Ngibah Keterbatasan Ekonomi: Calon peserta dari jalur afirmasi biasanya diminta untuk melampirkan dokumen yang membuktikan keterbatasan ekonomi, seperti surat keterangan tidak mampu dari pihak berwenang.
4. Test yang Disesuaikan: Beberapa jalur afirmasi mungkin memiliki bentuk ujian yang berbeda atau penilaian berdasarkan kondisi tertentu, meski tetap ada ujian tertulis yang harus diikuti.
- Reguler vs Afirmasi STPN
Perbedaan utama antara kedua jalur ini terletak pada kriteria seleksi dan tujuan sosio-kultural yang ingin dicapai. Jalur reguler lebih bersifat umum dan membuka kesempatan bagi siapa saja yang memenuhi syarat tanpa memandang latar belakang ekonomi atau sosial. Sementara itu, jalur afirmasi berfokus pada distribusi kesempatan pendidikan yang lebih merata, mengingat banyaknya potensi dari daerah terpencil yang sering kali terabaikan.
Jalur reguler mengedepankan kriteria nilai akademik dan kelulusan secara lebih ketat, sedangkan jalur afirmasi memberi perhatian lebih terhadap perbedaan latar belakang ekonomi dan geografis calon mahasiswa. Ini membuat jalur afirmasi menjadi alternatif yang tepat bagi mereka yang mungkin memiliki potensi, namun tidak memiliki akses yang sama dengan para pelamar lainnya.
Dengan memahami perbedaan syarat masuk STPN jalur reguler dan afirmasi, calon mahasiswa dapat menentukan jalur yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka. Hal ini tentu sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan keberagaman peserta didik di STPN.






