51af457bfc414359.jpg

Polisi: 49 KK Memilih Mengungsi Setelah Adanya Teror di Sigi

Aghil – Beberapa hari belakangan, sebuah peristiwa pembunuhan terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah. Hal ini membuat 49 keluarga disana memilih mengungsi dari pemukiman tersebut. Hal ini didapat dari konferensi pers yang dilakukan pihak kepolisian.

“Update pengungsi sebanyak 49 KK dan saat ini masih berada di Balai Desa Lemban Tongoa, Sigi,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020) seperti dilansir dari laman Kompas.

Untuk para pengungsi tersebut, polisi membagikan sembako kepada mereka. Selain itu, pihaknya juga membantu pemulihan atas trauma yang dialami oleh korban dan pengungsi.

“Kita tahu sendiri bahwasanya para korban menyaksikan langsung kekejian para pelaku teror tersebut,” ucap dia.

Untuk menjaga keamanan sekitar, aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga di TKP dan lokasi pengungsian. 

Menurut dia, satu peleton anggota Brimob serta 20 personel gabungan dari Reserse dan Intelkam, baik Polda Sulteng serta Polres Sigi dikerahkan di TKP dan lokasi pengungsian.

Personel gabungan lainnya yang terdiri dari Satgas Tinombala, Densus 88, Brimob, dan TNI masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Polisi menduga, bahwa teror ini dilakukan oleh kelompok MIT, yang di pimpin oleh Ali Kalora. Kelompok inilah yang diduga sebagai dalang dari peristiwa tersebut.

“Kita berharap tim yang di sana, kita sama-sama doakan bisa segera menangkap Ali Kalora cs untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ucap dia.

Terjadi pembunuhan terhadap empat orang warga di Dusun lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 10.30 Wita.

Menurut Awi, disana ditemukan 4 jenazah yang tewas secara mengenaskan. Selain itu, tujuh rumah juga dibakar oleh orang yang tidak dikenal.

Dari keterangan saksi, kata dia, ada tiga orang yang membawa senjata api laras panjang dan dua senjata api genggam.

Setelah diperlihatkan daftar pencarian orang (DPO) kelompok teroris MIT, para saksi meyakini bahwa tiga orang tersebut adalah bagian dari kelompok teroris yang dipimpin Ali Kalora.

"Saat ini sudah ada back up kurang lebih 100 orang pasukan dari Satgas Tinombala, Brimob Polda Sulteng dan TNI untuk melalukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora tersebut," ucap Awi melalui keterangan tertulis, Sabtu (28/11/2020).

Berita Terkait


5a4acb19de15dc83.jpg

Jasa Pembasmi Rayap Jakarta Profesional untuk Perlindungan Bangunan Jangka Panjang

Rayap merupakan salah satu hama paling berbahaya bagi bangunan, baik rumah tinggal maupun gedung komersial. Serangga kecil ini sering kali...

55d45f6b35ac2b53.jpg

Logo AI Praktis: Solusi Cepat untuk Membuat Logo Profesional Tanpa Skill Desain

Di dunia bisnis digital saat ini, logo bukan sekadar gambar hiasan. Logo adalah identitas visual yang merepresentasikan brand Anda dan...

F6a07d62cf66f07a.jpg

Aktivitas Terbaru Anies Baswedan Tuai Perhatian Masyarakat

Anies Baswedan kembali menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah aktivitas publik yang ia jalani baru-baru ini. Mantan gubernur DKI Jakarta ini...

1ef41c48e5517e87.jpg

Peran Babe Haikal dalam Isu Sertifikasi Halal di Indonesia

Sertifikasi halal merupakan salah satu isu penting di Indonesia, mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Label halal...

1ef41c48e5517e87.jpg

Peran Babe Haikal dalam Isu Sertifikasi Halal di Indonesia

Sertifikasi halal merupakan salah satu isu penting di Indonesia, mengingat negara ini memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Label halal...