Menyongsong ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2026, banyak calon peserta yang mulai mengatur strategi agar dapat menghadapi soal-soal yang akan muncul. Mengingat pentingnya SBMPTN dalam menentukan masa depan pendidikan tinggi, strategi yang tepat menjadi sangat krusial. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa strategi SBMPTN 2026 yang dapat membantu peserta mengerjakan soal dengan lebih efisien.
Pertama, penting untuk memahami format dan jenis soal SBMPTN 2026. Ujian ini umumnya terdiri dari beberapa kategori, seperti Tes Potensi Skolastik (TPS), Tes Kemampuan Dasar Sain dan Teknologi (TKD Saintek), serta Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum). Mengerjakan soal SBMPTN 2026 akan lebih mudah jika peserta sudah familiar dengan jenis-jenis soal dan taktik pengerjaannya. Mengikuti simulasi atau tryout menjadi langkah awal yang sangat baik untuk melatih diri.
Kedua, manajemen waktu saat mengerjakan soal sangat penting. Peserta harus pandai mengalokasikan waktu untuk setiap bagian soal. Misalnya, jika total waktu yang tersedia adalah 180 menit dan terdapat 120 soal, maka peserta harus merencanakan waktu kurang lebih 1,5 menit per soal. Dengan strategi ini, peserta dapat menghindari terjebak pada satu soal yang sulit. Jika menemui soal yang menguras waktu, lebih baik melanjutkan ke soal berikutnya dan kembali lagi jika waktu masih tersisa.
Selanjutnya, kenali pola soal yang sering muncul. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa ada soal-soal tertentu yang cenderung muncul berulang kali. Peserta dapat mempelajari soal-soal dari tahun lalu untuk menemukan pola dan tipikal permasalahan yang sering dihadapi. Mengidentifikasi dan memahami tipe-tipe soal ini akan membantu dalam menyusun jawaban dengan lebih cepat dan tepat.
Banyak peserta yang ingin mengandalkan hafalan, padahal memahami konsep jauh lebih baik. Dalam strategi SBMPTN 2025, fokuslah pada pemahaman mendalam terhadap materi. Ini tidak hanya akan membantu dalam menjawab soal, tetapi juga melatih kemampuan analitis. Dengan menguasai konsep, peserta bisa lebih fleksibel dalam menyelesaikan soal-soal yang berbeda dari yang sudah dipelajari.
Tidak ada salahnya pula menciptakan catatan singkat atau mind map yang berisi poin-poin penting dari setiap pelajaran. Menggunakan media visual bisa membantu dalam memudahkan pemahaman dan mengingat informasi. Lebih jauh, catatan ini dapat diakses dengan cepat saat menjelang hari-H SBMPTN sehingga peserta dapat melakukan review terakhir tanpa harus membaca buku tebal.
Ada juga strategi yang berkaitan dengan mental. Menghadapi ujian seperti SBMPTN bisa menjadi sumber stres. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan suasana yang tenang. Teknik relaksasi dan pernapasan untuk mengurangi kecemasan dapat sangat membantu. Selain itu, memperdalam keyakinan diri melalui persiapan yang matang juga akan memberikan efek positif pada kinerja saat ujian.
Terakhir, penting untuk menjaga kesehatan jasmani dan mental menjelang ujian. Pastikan untuk rutin berolahraga, tidur yang cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi. Kesehatan yang baik akan memengaruhi konsentrasi dan daya serap materi saat mengerjakan soal SBMPTN 2026.
Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, diharapkan peserta dapat mengerjakan soal SBMPTN 2026 dengan lebih efisien dan efektif. Ingat, persiapan yang baik adalah kunci untuk meraih sukses dalam ujian ini.






