Sebagian diantara kita pernah mengalami mengigau ataupun ngelindur ketika tidur. Gangguan tidur itu terkenal dengan sebutan somniloquy ataupun sleep talking yang dikerjakan dengan tak sadar, malahan orang yang menjalaninya tidak akan ingat besok paginya.
Ketika mengigau, orang dapat mengatakan kata yang beragam. Ada yang mengatakan kalimat komplit dan dapat dipahami, ada yang meracau tidak jelas, malahan ada yang bicara dalam bahasa yang tak pernah dikatakan sebelumnya.
Siapa juga dapat mengigau, tetapi lebih banyak ditemui pada anak-anak dan pria. Lantas apa saja pemicunya? Nyatanya unsur genetik dapat berfungsi. Bila orang tua ataupun saudara kandung mempunyai rutinitas ngelindur, ada kemungkinan anda merasakannya.
Lantas, di waktu-waktu khusus, ada kemungkinan seseorang lebih kerap mengigau dibanding dengan sebelumnya. Penyebabnya antara lain tengah sakit ataupun demam, mengkonsumsi alkohol, keletihan, dan stress berlebih. Tidak hanya itu, dapat juga lantaran menderita gangguan mental seperti depresi, kurang tidur, mengidap sleep apnea, ataupun mimpi jelek.
Gangguan tidur ini sesungguhnya tak termasuk serius. Tetapi ada kalanya orang yang sudah biasa ngelindur butuh memeriksakan diri ke dokter. Pokoknya, bila ngelindur berlangsung dengan frekuensi lumayan ekstrem dan mampu mengacaukan kualitas tidur.
Mengigau ketika tidur pun dapat disertai permasalahan lain seperti kejang sampai permasalahan mental berkesinambungan, walaupun itu amat jarang didapat. Orang yang mulai merasakan ngelindur mulai dari umur 25 tahun ataupun usia lanjut butuh hati-hati dan memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi keadaan itu berhubungan dengan permasalahan kedokteran khusus.
Adakah cara menangani mengigau? Tak ada satu cara tentu. Tetapi sebagian pengubahan gaya hidup dapat menunjang mengatur rutinitas ngelindur, seperti menjauhi minum alkohol, menjauhi konsumsi berat menjelang saat tidur, menata jadwal tidur rutin, dan melakukan ritual menjelang jam tidur seperti meditasi.
Pastikan juga mematikan lampu ataupun sumber sinar lain ketika tidur dan mengatur stress.
Anda pun dapat menjadikan catatan pola tidur sepanjang 2 minggu untuk mengetahui apa yang menyulut ngelindur. Kapan mulai tertidur dan terbangun. Setelah itu, kaitkan dengan apa yang disantap hari itu seperti kopi, minuman bersoda, alkohol, atau obat-obatan khusus.






