Perancang Hilal Ibrahim telah mendesain jilbab sanitasi yang gampang dicuci dan dipakai lagi dengan aman untuk para tenaga medis Covid-19.
Inspirasi menciptakan jilbab sanitasi bermula ketika Hilal Ibrahim tahu kalau petugas layanan medis muslim melepaskan jilbab mereka di tengah-tengah peralihan tugas untuk menangkal penularan virus corona ataupun Covid-19.
Perancang dari Minnesota, Amerika Srikat, dan pemilik Henna & Hijab, suatu butik yang mengistimewakan diri dalam henna organik dan hijab produk tangan, sudah menyumbangkan lebih dari 700 jilbab untuk dokter dan perawat perawat Covid-19 di semua penjuru negeri bagian.
Jilbabnya ada dalam beragam warna netral seperti blush pink, biru, cokelat, dan hitam yang didesain dengan panjang yang cocok dengan keperluan keagamaan.
Yang sangat utama adalah mereka tak mempengaruhi mobilitas pada pekerjaan dan tetap aman di tempatnya. Itu perlu, menilik kalau petugas medis mesti amat waspada dalam melakukan kontak langsung kepada penderita atau pasien.
Jilbab-jilbab tersebut selaras dengan standar taraf rumah sakit yang relatif lentur untuk dipakai oleh penderita dan karyawan. Tiap-tiap penutup diproduksi dengan tangan dan dijahit dengan kain yang dihasilkan dengan cara etis. Tidak hanya itu, jilbab sanitasi ini pun didesain untuk sanggup menahan mesin cuci industri.
Dalam produksinya kali ini para penjahit di workshop Ibrahim sudah meningkatkan langkah-langkah lebih untuk proses produksi di saat pandemi Covid-19. Seluruh orang menggunakan sarung tangan dan masker ketika memegang jilbab dan memerlukan atensi lebih untuk menunjang kurangi penularan bakteri ketika mengemasnya.
Seluruh tindakan itu dikerjakan untuk menjamin kebersihan ketika digunakan tenaga kedokteran dan kesehatan.
Menurut Hilal Ibrahim, ia sudah membina hubungan dengan rumah sakit Minnesota – termasuk Klinik Mayo, Universitas Kesehatan Minnesota, Kesehatan Allina, Kesehatan Hennepin, Park Nicollet dan Mitra Kesehatan – untuk menciptakan planning pengantaran yang aman sebelum menyajikan jilbab.
Hilal Ibrahim mengatakan dalam beberapa pekan belakangan ini, Henna & Hijab sudah dibanjiri dengan permintaan jilbab sanitasi dari karyawan kesehatan di segenap penjuru negeri.






