Hagia Sophia merupakan situs bersejarah dan warisan budaya paling penting di dunia, dibangun pada abad keenam pada masa pemerintahan Kekaisaran Bizantium difungsikan sebagai gereja ortodoks Yunani. Kemudian beralih fungsi menjadi masjid setelah Konstantinopel ditaklukan oleh Sultan Utsmani, Muhammad Al-Fatih. Tidak lama setelah itu Turki mulai dikuasai oleh rezim sekuler, sehingga Hagia Sophia pada masa itu telah berganti fungsi menjadi museum hingga saat ini.
Walaupun negara seperti Amerika Serikat meradang, Yunani meraung-raung, Negara-negara Eropa lainnya meronta-ronta. Tapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tetap kokoh pada pendiriannya menjadikan atau merubah Hagia Sophia kembali menjadi Masjid, setelah sebelumnya difungsikan sebagai museum.
Diantara pemimpin negara mayoritas Islam lain Erdogan merupakan pemimpin yang paling berani mengambil keputusan walau banyak yang menentangnya. Negara Eropa lainnya bahkan Amerika Serikat mungkin saja bisa mengancam negaranya.
Tak ada kekuatan Internasional yang mampu menghentikan tekad Erdogan, bahkan menurut Erdogan kebangkitan Hagia Sophia adalah pertanda akan pembebasan Masjid Al-Aqsa, yang sekarang masih berada pada bayang-bayang Israel.
Kini dengan keputusan berani Erdogan Hagia Sophia di fungsikan kembali menjadi masjid, suara adzan pun mulai berkumandang persis seperti dulu pada masa kejayaannya sebagai masjid kebanggaan warga Turki yang pada saat itu ada Muhammad Al-Fatih sebagai Muadzin.
Keputusan penting bagi Erdogan ini bukan tanpa persiapan, semuanya pasti sudah dipersiapkan dengan sangat matang dan hati-hati. Karena begitu banyaknya protes dari negara lain yang meradang akibat keputusan Erdogan yang kembali menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid di kota Istanbul, Turki.
Tetapi Erdogan sebagai pemimpin Turki saat ini benar-benar begitu yakin dengan keputusannya, dan sepertinya sudah sangat siap menghadapi serangan-serangan dari negara luar yang tidak setuju dengan keputusannya itu.
Turki hari ini bukanlah Turki era rezim sekuler lagi yang dulu pernah menjadi negara sakit di Eropa. Erdogan berhasil menjadikan bangsa Turki berdiri tegak diatas kakinya sendiri, tak perlu lagi menjadi budak bagi bangsa lain.
Maka ketika negara-negara Eropa lain meradang memprotes rencana Erdogan mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid, Erdogan dengan tegas mengatakan “ini Urusan negara Turki, bukan urusan kalian”.






