7394dc19fb4193c3.jpg

Mengapa Depresi Bisa Menurunkan Nafsu Makan?

Depresi adalah kondisi mental yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk nafsu makan. Banyak yang mungkin bertanya-tanya mengapa depresi bisa menurunkan nafsu makan. Hal ini sebenarnya terkait erat dengan bagaimana depresi mempengaruhi pikiran, emosi, dan tubuh seseorang.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan nafsu makan pada individu yang mengalami depresi adalah stres. Depresi sering kali diiringi dengan tingkat stres yang tinggi. Ketika seseorang mengalami stress, hormon kortisol dalam tubuh akan meningkat, yang pada gilirannya dapat mengurangi nafsu makan. Kortisol juga dapat mempengaruhi fungsi sistem pencernaan dan metabolisme, sehingga membuat seseorang kehilangan nafsu makan.

Selain itu, depresi juga dapat merubah pola pikir dan perasaan seseorang terhadap makanan, yang kemudian dapat memengaruhi nafsu makannya. Beberapa individu yang mengalami depresi mungkin kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya mereka nikmati, termasuk aktivitas makan. Hal ini dapat menyebabkan mereka kehilangan nafsu makan dan merasa sulit untuk menikmati makanan.

Selain itu, perubahan kimia otak juga dapat berperan dalam menurunkan nafsu makan pada individu yang mengalami depresi. Depresi dapat memengaruhi kadar neurotransmitter dalam otak, seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan nafsu makan. Adanya ketidakseimbangan neurotransmitter ini dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan pada individu yang mengalami depresi.

Dampak penurunan nafsu makan akibat depresi dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Oleh karena itu, penting bagi individu yang mengalami depresi untuk mencari bantuan medis dan dukungan psikologis guna mengatasi tantangan yang mereka hadapi.

Dalam kasus depresi yang berat, terapi dan obat-obatan mungkin diperlukan untuk membantu mengatasi gangguan nafsu makan dan melindungi kesehatan fisik dan mental individu yang bersangkutan. Dukungan dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan mental juga dapat memainkan peran penting dalam proses pemulihan.

Berita Terkait


Cdba9d19bf873b26.jpg

Mengenal Ikatan Bidan Indonesia sebagai Pilar Kesehatan Ibu dan Anak

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) merupakan organisasi profesi bidan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu, bayi, dan keluarga...

4452b732dbd13fb1.jpg

Tanda Hormon Dalam Tubuh Perempuan Tidak Seimbang

Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh adalah hal yang wajar dan umum terjadi. Biasanya, ini terjadi pada kondisi tertentu misal menstruasi, kehamilan atau menopause....

D48eec8a93b958c8.jpg

Sering Pegang Gadget tapi Mata Cepat Lelah? Sudahkah Kamu Menerapkan Aturan 20-20-20 dengan Benar

Di era layar menyala hampir 24 jam, mata jadi salah satu organ yang paling sering “dipaksa kerja lembur” tanpa disadari....

B926c9d25f429307.jpg

Peran Strategis PAGI PADANG LAWAS UTARA dalam Meningkatkan Edukasi dan Layanan Gizi Masyarakat

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, keberadaan organisasi profesi yang fokus pada peningkatan kualitas layanan gizi sangat...

9458cb553657ce9d.jpg

Teori Vertigo yang Wajib Kamu Ketahui

Vertigo adalah kumpulan gejala yang disebabkan berbagai macam penyakit. Vertigo itu tak memiliki titik nyeri tertentu di kepala. Berbeda dengan...