TOEFL kampus telah menjadi salah satu syarat penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, baik dalam negeri maupun luar negeri. Setiap institusi pendidikan memiliki standar skor minimal TOEFL yang berbeda-beda. Oleh karena itu, bagi mahasiswa atau calon mahasiswa, memahami skor minimal yang dibutuhkan oleh instansi yang mereka tuju merupakan langkah awal yang krusial.
Untuk perguruan tinggi di Indonesia, umumnya skor minimal TOEFL berkisar antara 450 hingga 550. Misalnya, Universitas Indonesia menetapkan standar 500 untuk beberapa program pascasarjana, sedangkan Institut Teknologi Bandung lebih ketat dengan batas minimal 550 bagi program tertentu. Di sisi lain, beberapa universitas swasta mungkin memiliki kriteria yang lebih fleksibel, dengan skor minimal sekitar 450. Selain itu, program studi di berbagai perguruan tinggi juga bisa memiliki persyaratan yang berbeda, jadi penting untuk mengecek secara langsung ke laman resmi masing-masing gedung akademik.
Bagi Anda yang ingin mengikuti tes TOEFL, penting untuk mengetahui jadwal tes TOEFL agar dapat merencanakan waktu belajar dengan tepat. Jadwal tes TOEFL biasanya tersedia di website resmi lembaga penyelenggara seperti ETS atau lembaga penyelenggara lokal. Beberapa kampus juga menyelenggarakan tes TOEFL secara mandiri, jadi pastikan untuk memeriksa informasi terbaru dari institusi yang Anda minati. Banyak universitas yang mengadakan tes TOEFL beberapa kali dalam setahun, sehingga ada banyak kesempatan untuk mengikuti tes dan mencapai skor yang diinginkan.
Untuk mencapai skor minimal yang dibutuhkan, pemahaman tentang materi tes merupakan hal yang sangat penting. Tes TOEFL terdiri dari empat bagian, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Masing-masing bagian memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Untuk meningkatkan kemampuan dalam masing-masing bagian, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan.
Pertama, untuk bagian Listening, coba dengarkan berbagai materi berbahasa Inggris, seperti podcast, film, atau video pembelajaran. Ini akan membantu Anda terbiasa dengan aksen dan intonasi berbicara dalam bahasa Inggris. Kedua, untuk bagian Reading, rajin membaca artikel, jurnal, atau buku berbahasa Inggris. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kosakata, tetapi juga kemampuan pemahaman bacaan Anda.
Ketiga, untuk Writing, cobalah untuk menulis esai singkat setiap hari. Anda bisa memilih topic yang relevan atau menarik bagi Anda. Selanjutnya, mintalah teman atau guru untuk memberikan feedback mengenai tulisan Anda. Terakhir, bagian Speaking, cobalah berbicara dengan teman-teman dalam bahasa Inggris atau bergabung dengan komunitas bahasa Inggris. Anda juga bisa merekam diri sendiri dan mendengarkan kembali untuk mengevaluasi pengucapan dan kelancaran berbicara Anda.
Selain belajar mandiri, satu cara efektif untuk mempersiapkan ujian adalah dengan mengikuti tryout. Salah satu platform yang dapat Anda gunakan adalah Tryout.id, yang menyediakan simulasi ujian TOEFL secara online. Dengan mengikuti tryout, Anda dapat merasakan suasana ujian sebenarnya dan mengetahui kekuatan serta kelemahan Anda. Ini membantu Anda untuk fokus pada area yang masih perlu ditingkatkan.
Jangan lupa untuk melakukan persiapan mental menjelang hari H. Pastikan untuk cukup istirahat dan jangan belajar hingga larut malam saat malam sebelum ujian. Persiapkan semua peralatan yang diperlukan untuk hari tes dari jauh-jauh hari. Dengan berbagai persiapan matang dan memahami skor minimal TOEFL kampus yang diinginkan, Anda akan lebih percaya diri saat menghadapi ujian. Ingatlah bahwa usaha dan konsistensi dalam belajar adalah kunci untuk meraih target yang diimpikan.






